LAMONGAN — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan mulai mengakselerasi penguatan perpustakaan desa melalui Sosialisasi Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (16/4/2026) di Aula Cendekia lantai 2.
Kegiatan ini menjadi titik awal rangkaian lomba yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pembinaan menyeluruh terhadap pengelolaan perpustakaan di tingkat desa. Sebanyak 58 peserta dari seluruh kecamatan hadir, masing-masing mengirimkan dua perwakilan. Turut hadir juga perwakilan dari Dinas PMD Kabupaten Lamongan mengikuti sosialisasi lomba perpustakaan.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan, Siswanto, selaku panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas layanan perpustakaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Lomba perpustakaan Desa/ Kelurahan ini bukan sekadar mencari siapa yang terbaik, tetapi bagaimana kita bersama-sama mendorong perpustakaan desa dan kelurahan mampu memberikan layanan prima dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya dalam laporan panitia.
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, pemerintah daerah juga ingin memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat yang mendukung peningkatan keterampilan, wawasan, hingga inovasi warga.
“Perpustakaan harus menjadi ruang hidup bagi masyarakat tempat belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi. Karena itu, lomba ini juga menjadi sarana evaluasi dan pembinaan,” lanjutnya.
Sosialisasi ini turut menghadirkan pemaparan teknis terkait mekanisme lomba, kriteria penilaian, serta arah kebijakan pengembangan perpustakaan desa ke depan, yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, Adang Mulyono.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, Umuronah, dalam sambutannya menegaskan adanya pergeseran paradigma dalam memaknai perpustakaan desa.
“Perpustakaan desa dan kelurahan saat ini tidak lagi sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan merupakan ruang belajar masyarakat, pusat literasi, sekaligus wahana pemberdayaan,” tegasnya