DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH

Membangun Kesadaran Memori Kolektif Melalui Arsip

informasi
Selasa, 19 Mei 2026
5x dilihat
Foto: Membangun Kesadaran Memori Kolektif Melalui Arsip

Kearsipan kini makin disadari oleh banyak orang perannya dalam mengikat kesadaran kita sebagai sebuah entitas bersama. Melalui kearsipan kita bisa menemukan informasi yang menunjukkan bahwa kita terikat sebagai sebuah bangsa yang disatukan karena persamaan sejarah yang kita alami. Dari sini kearsipan menunjukkan sebagai sebuah ingatan kolektif yang menjadi ingatan bersama. Kesadaran inilah yang bisa terus ditumbuhkan oleh keberadaan arsip sebagai informasi primer.

Untuk menuju ke arah sana, kearsipan khususnya arsip  statis, harus mampu menangkap peluang  arti penting arsip untuk membuktikan keberadaan perjalanan sebuah bangsa. Sebuah bangsa yang terdiri dari macam-macam suku bangsa tentunya kita memerlukan sebuah bukti yang mampu mengikat kita untuk menyadari bahwa kita sebenarnya disatukan oleh ingatan yang dimiliki bersama-sama. Ingatan yang tidak hanya parsial tetapi menjadi universal karena semua entitas di dalamnya merasa memilikinya.

Arsip statis yang mempunyai nilai sejarah baik sejarah lampau maupun kontemporer mengandung nilai informasi yang bisa jadi menumbuhkan rasa memliki bagi sebuah entitas karena kesamaan peristiwa yang terkandung di dalamnya. Selain peristiwa yang sama bisa juga bahwa informasi dalam arsip tersebut mempunyai persamaan penyebab yang dialami oleh sebuah masyarakat.

Indonesia sebagai negara yang Berbhineka Tunggal Ika mampu membentuk sebuah negara kesatuan juga disebabkan oleh keberadaan arsip. Arsip tentang perdagangan era kolonialisme menyadarkan sebuah entitas dari Sabang sampai Merauke untuk mengakui berbangsa satu yaitu Bangsa Indoensia. Ini tak terlepas dari keberadaan arsip VOC (Hindia Belanda) dan juga arsip dagang portugis serta Inggris kala berbisnis rempah-rempah di Nusantara. Bisa dibayangkan seandainya kita tidak mempunyai arsip-arsip tersebut tentunya kita tidak akan mempunyai ingatan bersama yang bisa kita pakai untuk menjalin persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa.

Untuk saat ini tantangan kita bersama adalah menemukan lebih banyak lagi  arsip-arsip statis yang bisa menjadi ingatan bersama-sama. Dengan semakin beragamnya memori kolektif bangsa yang dimiliki sebuah bangsa maka kesadaran sebagai negara yang satu akan makin kuat. Selain itu, keberadaan arsip ini juga nantinya akan membuat semua entitas bangsa lebih memahami riwayat perjalanan suku bangsa yang meng-Indonesia ini.

Kesadaran untuk menemukan dan menyelamatkan arsip kepulauan adalah urgensi yang mesti dilakukan agar kesatuan ini makin kuat terjalin. Sentralisasi pemerintahan di Jawa bisa lambat laun akan terbagi karena masing masing daerah sudah terbaca riwayat sejarah perjalanannya sehingga pemerintah akan lebih bijak menerapkan kebijakan secara merata.

Sebuah daerah dengan gambaran sejarah perjalanan, yang nanti ditemukan dalam arsip tersebut, bisa memudahkan pemerintah pusat mengenai  apa yang diperlukan atau yang mesti dimaksimalkan untuk membuat daerah tersebut lebih maju dan berkembang.  Kesadaran untuk selalu melihat masa lalu agar tak tersesat di masa depan masih kurang sekali. Kearsipan seringkali bukanlah menjadi bagian penting dari sebuah informasi bagi setiap pengambil kebijakan.  Inilah pada akhirnya di era orde baru banyak terjadi friksi di daerah karena kebijakan yang tidak mengedepankan keinginan dan kebutuhan daerah.

Persatuan dan kesatuan tidak dibangun dengan cara kekerasan. Kesadaran akan sebuah ingatan kolektif itulah yang pada akhirnya memunculkan nasionalisme. Sumpah Pemuda yang dilahirkan oleh Pemuda dalam Kongres Pemuda kedua pada tahun 1928 adalah hasil kesadaran kolektif para pemuda pada zaman itu. Mereka mempunyai musuh bersama yaitu kolonialisme. Dan kesadaran ini tentunya tak akan terwujud jika para pemuda pada zaman itu tak membaca arsip sejarah masa lalu bangsanya.


Agus Buchori

Arsiparis Penyelia Arpusda


DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 65, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 62214
  • dinarpustaka@lamongankab.go.id
  • (0322) 311106
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan