Lamongan – Upaya memperkuat keberadaan perpustakaan sebagai pusat literasi dan ruang belajar masyarakat terus dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Lamongan. Senin (14/9/2026), Tim Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan bersama Kepala Dinas Arpusda Kab. Lamongan Umuronah, S.S.T.,M.Kes. melaksanakan pendataan sekaligus pembinaan di dua perpustakaan desa di Kecamatan Brondong, yakni Perpustakaan Desa Lembor dan Perpustakaan Desa Sedayu Lawas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan keberadaan perpustakaan desa tidak berhenti pada tersedianya ruang, koleksi, dan sarana prasarana, tetapi berkembang menjadi layanan yang benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
Kedatangan tim di masing-masing lokasi disambut Kepala Desa, pengelola perpustakaan, serta unsur Kecamatan Brondong. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi perpustakaan, layanan yang telah berjalan, koleksi, sarana prasarana, hingga pengelolaan administrasi perpustakaan. Hasil pendataan menunjukkan bahwa kedua perpustakaan desa tersebut telah memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP). Koleksi bahan pustaka dan sarana pendukung, termasuk rak buku, juga berada dalam kondisi baik serta tertata dengan rapi. Kondisi tersebut menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan perpustakaan desa. Keberadaan koleksi dan sarana yang terawat menunjukkan adanya perhatian serta upaya pengelola dalam menjaga keberlangsungan layanan perpustakaan bagi masyarakat.
Meski demikian, ada sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat, terutama dalam hal pengelolaan perpustakaan. Penguatan tersebut diperlukan agar penyelenggaraan perpustakaan semakin sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) sebagai acuan dalam pengembangan dan penyelenggaraan perpustakaan.
Tim Bina Pustaka Dinas Arpusda juga mendorong pengelola perpustakaan desa untuk memperluas jejaring dan membangun kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat. Tim Penggerak PKK Desa, lembaga pendidikan, serta organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna dapat menjadi mitra strategis dalam menghidupkan berbagai kegiatan literasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kegiatan yang lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai ruang belajar, berbagi pengetahuan, berkegiatan, serta mendukung peningkatan kapasitas masyarakat desa. Dengan demikian keberadaan perpustakaan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan mampu menjawab kebutuhan informasi maupun pengembangan keterampilan warga.
Umuronah menyampaikan bila kegiatan pendataan dan pembinaan ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan Dinas Arpusda Kabupaten Lamongan dalam memperkuat ekosistem perpustakaan di tingkat desa. Pembinaan secara langsung di lapangan menjadi sarana untuk mengetahui kondisi perpustakaan secara lebih nyata sekaligus memberikan penguatan kepada para pengelola dalam mengembangkan layanan. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan, pengelola perpustakaan diharapkan semakin aktif menghadirkan inovasi dan kegiatan yang menarik, inklusif, serta mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia, ujarnya

Pada akhirnya, penguatan perpustakaan desa bukan sekadar tentang keberadaan gedung dan koleksi buku. Lebih dari itu, perpustakaan diharapkan tumbuh menjadi ruang literasi yang hidup, terbuka, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Dinas Arpusda Kabupaten Lamongan untuk mendorong perpustakaan desa terus berkembang, memperluas akses layanan literasi, dan mewujudkan pemerataan kualitas layanan perpustakaan di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan.