LAMONGAN (23/09/2026) – Upaya memperkuat pengelolaan perpustakaan terus dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Lamongan. Tim Pendataan Dinas Arpusda bersama Kepala Dinas Arpusda melaksanakan pendataan perpustakaan sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) aset di SDN Pangkatrejo dan Perpustakaan Desa (Perpusdes) Brangsi, Kecamatan Laren. Kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada pemutakhiran data profil perpustakaan, tetapi juga untuk melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana serta aset yang mendukung penyelenggaraan layanan perpustakaan.
Di SDN Pangkatrejo, tim melakukan pendataan terkait profil perpustakaan, koleksi bahan pustaka, layanan, sarana dan prasarana, serta aktivitas literasi yang telah dilaksanakan. Di Sudut Baca Desa Brangsi, Tim mencermati kondisi perpustakaan, ketersediaan koleksi, fasilitas layanan, serta aset yang menjadi bagian dari dukungan penyelenggaraan sudut baca/perpustakaan desa. Hasil monev menjadi bahan untuk melihat kebutuhan pembinaan dan tindak lanjut pengembangan perpustakaan.
Kehadiran Kepala Dinas Arpusda dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk penguatan pembinaan secara langsung kepada pengelola perpustakaan. Kepala Dinas memberikan perhatian terhadap pentingnya pengelolaan perpustakaan yang tertib, baik dari sisi administrasi, koleksi, layanan maupun pengelolaan aset.
“Pendataan dan monitoring aset ini penting untuk memastikan seluruh potensi yang dimiliki perpustakaan dapat diketahui, dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Perpustakaan bukan hanya tentang koleksi buku, tetapi juga bagaimana seluruh sumber daya yang tersedia mampu mendukung layanan kepada pemustaka,” ujar Umuronah,Kepala Dinas Arpusda.
Menurutnya, perpustakaan sekolah memiliki peran dalam mendukung proses pembelajaran dan membangun kebiasaan membaca peserta didik. Sementara itu, perpustakaan desa diharapkan mampu menjadi ruang belajar masyarakat yang terbuka dan memberikan manfaat bagi peningkatan pengetahuan serta keterampilan warga.
Kegiatan pendataan dan monev aset juga menjadi bagian dari upaya Dinas Arpusda dalam memperoleh data yang faktual dan mutakhir sebagai dasar pelaksanaan pembinaan dan pengembangan perpustakaan. Dengan data yang lebih akurat, kebutuhan pendampingan maupun penguatan layanan dapat diarahkan secara lebih tepat.
Dinas Arpusda Lamongan akan terus mendorong pengelola perpustakaan untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan, mulai dari aspek kelembagaan, sumber daya manusia, koleksi, sarana prasarana, pengelolaan aset hingga inovasi layanan.
Melalui pendataan dan monev yang dilakukan secara langsung, diharapkan perpustakaan di sekolah maupun desa semakin tertata, aktif dan mampu memberikan layanan yang relevan dengan kebutuhan pemustaka. Data tertata, aset terjaga, layanan semakin berdaya. Dari perpustakaan yang dikelola dengan baik, tumbuh masyarakat Lamongan yang semakin literat.