TURI, 22 September 2026 — Perpustakaan yang dikelola dengan baik menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun budaya literasi. Untuk memastikan perpustakaan terus tumbuh dan mampu memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Lamongan kembali melaksanakan kegiatan pendataan dan pembinaan perpustakaan sekolah dan desa.
Pada Selasa (22/9/2026), Tim Pendataan Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan (Bina Pustaka) bersama Kepala Dinas Arpusda Kabupaten Lamongan Umuronah, S.S.T., M.Kes. melaksanakan peninjauan lapangan dalam rangka Pendataan Profil Perpustakaan dan Pembinaan Pengelolaan Perpustakaan di tiga lokus di Kecamatan Turi, yakni Perpustakaan Desa Geger, Perpustakaan Desa Tambakploso, dan Perpustakaan SMP Diniyah Turi.
Peninjauan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi Tim untuk melihat secara langsung perkembangan perpustakaan sekaligus membangun komunikasi dengan pengelola mengenai kondisi, potensi, dan kebutuhan pengembangan perpustakaan. Pendataan profil dilakukan untuk menghimpun informasi mengenai berbagai unsur penyelenggaraan perpustakaan. Mulai dari kelembagaan, pengelola, koleksi, sarana dan prasarana, layanan, administrasi, hingga aktivitas literasi yang telah dilaksanakan.
Bagi Dinas Arpusda, data tersebut bukan sekadar angka dan dokumen. Data menjadi gambaran nyata untuk memahami posisi dan kebutuhan masing-masing perpustakaan sehingga pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat. Di lapangan, proses pendataan juga diiringi dengan diskusi bersama pengelola. Berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan perpustakaan dibahas secara langsung, termasuk peluang pengembangan layanan dan kegiatan yang dapat meningkatkan pemanfaatan perpustakaan.
Dua perpustakaan desa yang menjadi lokus kegiatan, yakni Perpustakaan Desa Geger dan Perpustakaan Desa Tambakploso, memiliki peran penting dalam mendekatkan akses informasi kepada masyarakat desa. Sementara itu, Perpustakaan SMP Diniyah Turi menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang berperan mendukung kegiatan belajar sekaligus menumbuhkan kegemaran membaca dan kecakapan literasi peserta didik. Meski berada pada lingkungan yang berbeda, ketiganya memiliki satu tujuan yang sama yakni menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang memberikan manfaat nyata bagi pemustaka. Karena itu, pembinaan diarahkan tidak hanya pada tertib administrasi dan pengelolaan koleksi, tetapi juga pada bagaimana perpustakaan dapat semakin aktif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun warga sekolah.
Kepala Dinas Arpusda Umuronah menyampaikan bahwa perpustakaan perlu dikelola secara serius agar keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat maupun warga sekolah. Perpustakaan tidak cukup hanya memiliki koleksi dan ruang baca, tetapi perlu menghadirkan layanan serta kegiatan yang mampu menjawab kebutuhan pemustakanya.
“Perpustakaan harus terus bertumbuh. Bukan hanya tertib dalam pengelolaan, tetapi juga aktif menghadirkan layanan yang bermanfaat dan mampu menarik masyarakat maupun peserta didik untuk datang, membaca, belajar, dan mendapatkan informasi,” ujarnya.
Pendataan memberikan informasi mengenai kondisi perpustakaan, sementara pembinaan menjadi ruang untuk mendiskusikan langkah-langkah pengembangannya.
Dari Desa Geger, Desa Tambakploso hingga SMP Diniyah Turi, langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar untuk membangun ekosistem literasi di Kabupaten Lamongan.
Tim Dinas Arpusda tidak sekadar datang untuk mendata. Tapi juga hadir untuk mendengar, mendampingi, dan bersama-sama menumbuhkan perpustakaan yang semakin hidup dan bermanfaat. Dari desa hingga sekolah, perpustakaan tumbuh, literasi menguat, Lamongan semakin berdaya.