Lamongan — Penguatan layanan perpustakaan terus dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Lamongan. Tidak hanya melalui pembinaan administratif, upaya tersebut dilakukan dengan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi dan perkembangan perpustakaan secara nyata.
Senin (21/9/2026), Kepala Dinas Arpusda Lamongan bersama Tim Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan melaksanakan pendataan dan pembinaan di Sudut Baca Desa Sungelebak Kec. Karanggeneng, Sudut Baca Desa Mungli Kec. Kalitengah, serta Perpustakaan SD IT Al Furqon Kecamatan Kalitengah.
Kegiatan di awali dengan peninjauan kondisi fisik dan koleksi. Tim juga berdialog dengan pengelola untuk memperoleh gambaran mengenai pengelolaan, pemanfaatan, serta kegiatan literasi yang telah berjalan di masing-masing lokasi. Di Sudut Baca Desa Sungelebak dan Mungli, perhatian tim tidak hanya tertuju pada keberadaan fasilitas, tetapi juga pada pemanfaatan aset agar tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengelola didorong untuk mengembangkan berbagai aktivitas yang dapat menghidupkan ruang baca dan meningkatkan keterlibatan warga.
Sementara di SD IT Al Furqon, pendataan difokuskan pada profil dan pengelolaan perpustakaan sekolah, termasuk kondisi koleksi serta sarana pendukung layanan. Pembinaan diarahkan untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai bagian dari lingkungan belajar peserta didik.
Kepala Dinas Arpusda Lamongan, Umuronah menegaskan bahwa keberadaan perpustakaan perlu diikuti dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang berkelanjutan.
“Kami ingin perpustakaan dan sudut baca yang sudah tersedia benar-benar dimanfaatkan. Karena itu, pendataan dan pembinaan di lapangan penting dilakukan agar kami mengetahui kondisi sebenarnya sekaligus dapat memberikan penguatan sesuai kebutuhan masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak juga diperlukan untuk membuat kegiatan literasi semakin dekat dengan masyarakat.
“Pengelola tidak harus berjalan sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah desa, sekolah, PKK, Karang Taruna, dan unsur masyarakat lainnya dapat membuka lebih banyak kegiatan sehingga perpustakaan menjadi ruang yang aktif dan menarik untuk dikunjungi,” tambahnya.
Pendataan dan pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Arpusda Lamongan memperluas dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Setiap perpustakaan memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda sehingga pendampingan secara langsung menjadi penting dalam menentukan langkah pengembangan berikutnya.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, perpustakaan desa, sudut baca, dan perpustakaan sekolah diharapkan semakin mampu menjalankan fungsinya sebagai ruang membaca, belajar, berbagi informasi, sekaligus tempat tumbuhnya budaya literasi masyarakat dan generasi muda Lamongan.