DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH

Pabrik Tembakau Kedungpring

informasi
Selasa, 08 September 2026
3x dilihat
Foto: Pabrik Tembakau Kedungpring

Foto ini memperlihatkan suasana aktifitas pekerja di salah satu pabrik atau gudang tembakau didaerah Kedungpring, Kabupaten Lamongan, dengan konstruksi bangunan panggungberataprumbia yangkhasgudangpengolahantembakaupadamasakolonialhingga awal kemerdekaan. Para pekerja tampak berjajar di bawah bangunan terbuka yang lazim digunakan untuk merajang, menjemur, atau menyortir daun tembakau sebelum diolah lebih lanjut.

Sejak masa Hindia Belanda, Lamongan telah dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau di Jawa Timur, dengan sentra utama di wilayah selatan Lamongan, yakni kawasan BabatdansekitarnyatermasukKedungpring.Padamasaitu,tembakaudarikawasaninidisebut dalam iklan-iklan niaga sebagai “tembakau Babat”, salah satu jenis Java Tabak (tembakau Jawa) yang saat itu masih dianggap kelas kedua di bawah tembakau Deli, Sumatera. Industri rokokpadamasakolonialmerupakansektoryangcukupmenguntungkandengancukupbanyak pemain di dalamnya, dan tembakau menjadi komoditas ekspor penting ke Eropa.

KajianakademikyangditerbitkanolehUniversitasAirlanggatelahmencatatbahwasejakmasa kolonialBelandahinggaawalkemerdekaan(eraOrdeLama),kawasanJalanRayaBabatyang berbatasan langsung dengan daerah Kedungpring ini menjadi pusat pergudangan untuk menyimpan tembakau yang dibeli dari warga desa setempat, dengan pedagang keturunan Tionghoa memegang peran penting dalam perdagangan tembakau dan rokok di kawasan tersebut.PenanamantembakaudiwilayahinisempatterhentipadamasapendudukanJepang


karena kebijakan wajib tanam jarak untuk kebutuhan perang, sebelum kembali pulih setelah kemerdekaan.

PabrikyangberlokasidiDradah,Kedungpring,diketahuimengerjakanpesananuntukGudang Garam (Kediri) pola kemitraan produksi yang berlangsung hingga era modern. Sampai sekarang, beberapa pabrik di Brondong, Kedungpring, dan Lamongan Kota tetap berfungsi sebagai mitra produksi bagi merek rokok besar, bukan sebagai pemilik merek sendiri: pabrik di Dradah, Kedungpring mengerjakan jalur produksi untuk Gudang Garam, sementara Brondong dan Karanglangit mengerjakan pesanan Sampoerna dari Surabaya.

KeterkaitanLamongandenganindustrirokoknasionaljugatercermindaririwayatLiemSeeng Tee, pendiri Sampoerna, yang pada masa awal pernikahannya sempat bekerja sebagai peracik rokok di sebuah pabrik kecil di Lamongan sekitar tahun 1912, sebelum akhirnya keluar dan memproduksi rokok sendiri pada 1913 di Surabaya, yang kemudian berkembang menjadi mereknasionalDjiSamSoe.Lokasipastipabriktempatiabekerjabelumteridentifikasisecara pasti, namun faktaini menegaskan bahwa KabupatenLamongan termasuk kawasan penghasil tembakau seperti didaerah Kedungpring telah menjadi bagian dari jaringan produksi tembakaurokok Jawa Timur sejak awal abad ke-20.


SUMBER:

Buku Sejarah Lamongan dari Masa ke Masa, disusun oleh Tim Unit Kajian Kebudayaan Jawa Timur (Sarkawi B. Husain, Purnawan Basundoro, Gayung Kasuma, dkk.), Surabaya:

Airlangga University Press, 2017. ISBN 978-602-6606-21-1.

Artikel jurnal Ridhoi, R., & Adlani, M. N. (2020). “Pokok Ngudud Keretek: Kebiasaan Ngudud dan Munculnya ‘Pabrik Keretek’ di Kediri, Jawa Timur, 1970-an.” Handep: Jurnal Sejarah dan Budaya, 4(1), 1–18. DOI: 10.33652/handep.v4.i1.90.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, koleksi arsip foto “Suasana di salah satu pabrik tembakau di Kedungpring – Lamongan”.

DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 65, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 62214
  • dinarpustaka@lamongankab.go.id
  • (0322) 311106
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan