DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH

Jaringan Telepon Lamongan

informasi
Selasa, 08 September 2026
4x dilihat
Foto: Jaringan Telepon Lamongan

Kantor telepon interlokal di Lamongan resmi dibuka untuk umum pada 1 Juli 1920, sebagaimana diumumkan oleh Gouvernements Post-, Telegraaf- en Telefoondienst (Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon Pemerintah) dalam rubrik pengumuman resmi surat kabar De Locomotiefedisi sekitar23September 1920.Pengumumanyangsamadimuatberulangdidua halaman berbeda pada edisi itu. Bersamaan dengan Lamongan (Residentie Soerabaia), dua kantor telepon interlokal lain turut dibuka menyusul, yakni Poerworedjo–Keboemen–Wonosobo (Residentie Kedoe) pada 1Agustus 1920 dan Poerwodadi (Residentie Semarang) pada3September1920,menandaiperluasanbertahapjaringanteleponinterlokaldiJawapasca PerangDuniaI.KantorteleponLamonganmelayanipublikpadajamkerjapukul7pagihingga 8 malam, serta pukul 8 pagi hingga 12 siang pada hari Minggu dan hari libur, dengan aturan dantarifyangtertuangdalambukupanduan(gids)resmisehargaf1,-yangdapatdibelidisetiap kantor telepon.

Perluasanjaringansemacaminimerupakankelanjutandarikebijakanbesaryangdimulaisejak 1897, ketika perusahaan swasta Intercommunaal Telefoon Maatschappij memperoleh konsesi untuk membangun sambungan telepon antarkota (interlokal) di Hindia Belanda, sebelum akhirnyaseluruhpengelolaantelepondiambilalihpemerintahpada20September1906melalui pembentukanDinasPos,TelegraafenTelefoon(PTT).KajianakademikolehRatnasaridan


Purwaningsih (2013) dalam jurnal Avatara menyebutkan bahwa sejak 1913 pemerintah kolonial membagi pengelolaan telepon di Jawa Timur menjadi beberapa distrik administratif, dengan Surabaya sebagai pusat Distrik III yang menaungi wilayah Surabaya, Madiun, Kediri, Pasuruan, Besuki, Madura, Bali, dan Lombok. Sebagai bagian dari Residentie Soerabaia, kantorteleponLamonganyangdibukapada1920secaraadministratifdanteknisberadadalam jaringan yang bersentral di Surabaya ini, yang pada masa itu tengah menjalani modernisasi besar-besaranmulaidaripenggantiankabeludaramenjadikabelbawahtanahhinggapenerapan sistem baterai sentral.

Pembukaan kantor Lamongan juga tidak lepas dari penguatan simpul telepon di kota induk karesidenannya. Sekitar tahun 1915, surat kabar De Sumatra Post dalam rangkaian artikel "Belawan-Oceaanhaven"memberitakanbahwapembangunankantorteleponbarudiSoerabaja akan dimulai 1 Oktober, dengan kapasitas 8.000 sambungan dan sistem pembagian otomatis, ditargetkan rampung pertengahan 1916. Kapasitas besar inilah yang kemudian menopang perluasan jaringan interlokal ke kota-kota sekitarnya, termasuk Lamongan, pada dekade berikutnya.Hinggaakhir1941jumlahkantortelepondiseluruhHindiaBelandamencapai122 unit (65 di antaranya di Jawa), ditambah 219 kantor telepon pembantu (200 di Jawa) — skala jaringan yang menjadikan kantor-kantor kabupaten seperti Lamongan sebagai simpul kecil namun terintegrasi dari sistem telekomunikasi kolonial yang jauh lebih besar.

KeberlangsunganjaringaninitercermindarimutasipegawaidinasP.T.T.antar-kantortelepon di JawaTimur dan JawaTengah yang tercatat dalam Bataviaasch Nieuwsblad edisi Jumat, 23 Juli 1926. Hingga pertengahan dekade 1930-an, kantor pos-telepon di Lamongan juga menjalankanfungsiadministratiflain,misalnyasebagailokasiharipemeriksaangratispesawat radiopenerima(keuringsdagen)yangdiselenggarakanJawatanP.T.T.,sebagaimanadiberitakan Soerabaiaasch Handelsblad edisi Selasa, 6 Agustus 1935, dengan jadwal pemeriksaan di Lamongan pada Senin 12Agustus pukul 12.00–13.00 siang. Data ini diperkuat oleh sejumlah NaamlijstvoordenInterlocalenTelefoondienst(bukupanduanresmiteleponinterlokalHindia Belanda) terbitan 1926, 1930, dan 1937 yang secara konsisten mencantumkan Lamongan sebagai salah satu simpul dalam jaringan tarif interlokal dari Soerabaja, Semarang, maupun Solo, menunjukkan bahwa kantor telepon ini terus beroperasi setidaknya hingga akhir masa kolonial


SUMBER:

De Locomotief, rubrik "Officieele Aankondigingen", "Gouvernements Post-, Telegraaf- en Telefoondienst", edisi sekitar Kamis 23 September 1920.

De Sumatra Post, rangkaian artikel "Belawan-Oceaanhaven", bagian berita "Nieuw telefoonkantoor voor Soerabaja", edisi sekitar Juni 1915.

Bataviaasch Nieuwsblad, edisi Vrijdag 23 Juli 1926, Tweede Blad, rubrik "Off. Berichten", "P.T.T.-dienst".

Soerabaiaasch Handelsblad, edisi Dinsdag 6 Augustus 1935, Tweede Blad, rubrik "Radioontvangers, Keuringsdagen".

Ratnasari, E. A. (2013). Jaringan Telepon Kota Surabaya Tahun 1906-1941. Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah, 1(2).

DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 65, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 62214
  • dinarpustaka@lamongankab.go.id
  • (0322) 311106
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan