DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH

Patung Kadet Soewoko

informasi
Selasa, 08 September 2026
201x dilihat
Foto: Patung Kadet Soewoko

Soewoko lahir tahun 1928 di Desa Lumbangsari, Kecamatan Krebet (Bululawang), Malang. SetelahlulussekolahkadetdiMalang,iamenjadiKomandanReguISeksiIKompiIPasukan TamtamaKodimLamongan,saatwilayahitumenjadisektorpertahananpadamasa Agresi Militer Belanda II.

Pada Minggu Legi, 9 Maret 1949 menjelang siang, regu Soewoko yang bermarkas di sebuah langgar di Desa Laren menerima laporan penduduk bahwa truk power wagon Belanda terperosok ke sungai di Desa Parengan, dengan sekitar 12 serdadu di lokasi. Regu beranggotakan 8 orang dengan hanya 7 pucuk senjata (dua sten, dua karaben Jepang, dua karaben panjang, satu karaben pendek) satu anggota, Soemarto, tidak ikut karena kekurangan senjata.

Ketujuh orang menyeberangi Bengawan Solo dengan perahu berkamuflase daun, merayap mendekati posisi Belanda hingga jarak ±100 meter. Saat truk mulai ditarik keluar sungai, tibatiba datang truk kedua membawa bala bantuan kekuatan lawan melonjak dari 12 menjadi sekitar 37 orang (diduga Pasukan Gajah Merah Belanda). Regu tetap melepaskan tembakan salvo begitu truk bergerak, namun dua senapan mesin di atas truk membalas dengan gencar. Terkepung, regu bertempur jarak dekat; Soewoko memerintahkan menerobos kepungan menuju Desa Gumantuk dengan sangkur terhunus.


Dalam upaya ini Soewoko tertembak di kedua bahu dan tertangkap. Saat diperintahkan menyerah, ia menjawab, "Saya tidak mau menyerah, bunuh saya!!" lalu ditusuk bayonet dan ditembakhinggagugur. Empatanggota regu tewasyaituKadetSoewoko,Widodo,Kaeri,dan Lasiban. Menurut penduduk setempat, korban di pihak Belandamencapai 11 orang tewas dan luka-luka. Jenazah keempat pejuang awalnya dimakamkan tanpa dimandikan (dianggap mati syahid) di dekat langgar Desa Laren, sebelum dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, Lamongan.

Monumen:Ada dua monumen Kadet Soewoko yang berada Di Lamongan, satu sederhana di lokasi pertempuran yaitu di Desa Gumantuk yang kini masuk Kecamatan Maduran, satu lagi di tengah Kota Lamongan sebagai monumen peringatan utama. Dibangun berdasarkan SK BupatiKepalaDaerahTk.IIKabupatenLamonganNo.103/SK/HK/5/1977,diresmikanBupati Chasinoe.Tinggipatung5m+landasan2m=7m(melambangkanSaptaMarga);lantai pondasi segi lima berundak lima (Pancasila); dikelilingi 17 pohon semak (17Agustus 1945).


SUMBER:

Buku Monumen Perjuangan Jawa Timur, "Memori Perjuangan Pahlawan Kadet Soewoko

Artikel TIMES Indonesia “Kisah Heroik Kadet Soewoko, Ikon Pahlawan di Lamongan” https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/154421/kisah-heroik-kadet-soewoko-ikon- pahlawan-di-lamongan diakses pada hari Minggu jam 12.53 Tanggal 9 Agustus 2026.


Artikel Majalah Fakta “Mengenang Perjuangan Kadet Soewoko, Pahlawan Berasal dari Lamongan” https://majalahfakta.id/mengenang-perjuangan-kadet-soewoko-pahlawanberasal-dari-lamongan/ diakses pada hari Minggu jam 12.53 Tanggal 9 Agustus 2026.

DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 65, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 62214
  • dinarpustaka@lamongankab.go.id
  • (0322) 311106
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan