DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH

Kompleks Makam Sunan Drajat Pada Masa Hindia Belanda

informasi
Rabu, 09 September 2026
8x dilihat
Foto: Kompleks Makam Sunan Drajat Pada Masa Hindia Belanda

FotoinimemperlihatkansalahsatubangunandikompleksMakamSunanDrajatpadamasa Hindia Belanda. Bentuknya memanjang dengan atap limasan satu tingkat yang cukup tinggi, ditutupi genteng tanah liat dan diberi mustaka sederhana di puncaknya. Di sepanjang dindingnya berjajar jendela-jendela kayu, sementara bagian bawah dindingnya dihiasi motif belah ketupat yang khas pada bangunan tradisional Jawa. Terlihat juga beberapa kayu penyangga menopang bagian atap dan teras, menandakan bangunan ini sudah cukup berumur ketika foto diambil.

Setelahsayacekulang,fotoiniternyatasamapersisdenganyangtermuatdibukuSejarah Lamongan dari Masa ke Masa, tepatnya Gambar 12 dengan keterangan “Kompleks MakamSunanDrajatpadaMasaHindiaBelanda”dihalaman45,dansumbernyamemang darikoleksifotoKITLV.KompleksmakaminiberadadiDesaDrajat,KecamatanPaciran, KabupatenLamongan,dansampaisekarangkondisinyamasihterjagadenganbaiksebagai peninggalan leluhur. Menariknya, buku ini juga menyebutkan bahwa pada rentang tahun 1950-1960-an, kompleks makam ini kalau dilihat dari kejauhan tampak mirip kompleks percandian Hindu, lengkap dengan beberapa gapura yang disebut Gapura Paduraksa. Ditambah lagi ada temuan arca Siwa, Lingga, danYoni serta beberapa prasasti di sekitar wilayahLamongan,khususnyadidaerahpesisir,yangmenguatkandugaanbahwakawasan


ini dulunya memang dipengaruhi tradisi Hindu sebelum akhirnya berubah menjadi kawasan Islam lewat dakwah Sunan Drajat.

Sunan Drajat sendiri, atau Raden Qosim, adalah putra Sunan Ampel dan termasuk salah satuWaliSongoyangberdakwahdiwilayahpesisirutaraLamongan.Kalaudiperhatikan, perpaduanunsurcandi/gapurabercorakHindudenganfungsimakamwali padakompleks ini sebenarnya cukup umum ditemukan pada situs-situs peralihan Hindu-Islam di pesisir utaraJawa,tidakhanyadiSunanDrajatsajatapijugadikompleksmakamSendangDuwur yang masih satu wilayah Lamongan. Begitu juga dengan bentuk atap limasan besar pada bangunan di foto ini, yang memang gaya arsitektur khas Jawa yang sering dipakai untuk bangunan-bangunan penting bernuansa sosial-keagamaan pada masa itu.


SUMBER:

Husain, Sarkawi B., Purnawan Basundoro, Gayung Kasuma, dkk. (2017). Sejarah Lamongan dari Masa ke Masa. Surabaya: Airlangga University Press. ISBN 978602-6606-21-1.


Tim Peneliti dan Penyusun Buku Sejarah Sunan Drajat (1998). Sejarah Sunan Drajat: dalam Jaringan Masuknya Islam di Nusantara. Surabaya: Bina Ilmu, hlm. 77–79.


Iksan, Hidayat (2014). Sunan Drajat: dalam Sejarah dan Warisan Ajarannya. Lamongan: Cetakan Pribadi, hlm. 81, 131.


Digital Collections, Leiden University Libraries / KITLV Image Collection, koleksi foto “Kompleks MakamSunan Drajat pada  Masa Hindia Belanda”, digitalcollections.universiteitleiden.nl.

DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 65, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 62214
  • dinarpustaka@lamongankab.go.id
  • (0322) 311106
Logo Branding Lamongan
© 2026 Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan